Kisah Buya Hamka dalam Buku "Ayah"

Kamis, 21 Mei 2020



Buya Hamka, seorang ulama besar yang pernah lahir di Indonesia. Bukan hanya sebagai ulama, beliau juga dikenal sebagai sastrawan yang sangat produktif di zamannya. Tak banyak di Indonesia ulama yang juga seorang budayawan, sastrawan, politisi dan penulis. Beliau lah salah satunya.

Sebagaimana kita ketahui juga bahwa walaupun Beliau lahir di Maninjau, namun sebagian episode kehidupan Buya Hamka hadir di Kota Padang Panjang. Di Kota Serambi Mekkah ini beliau pernah bersekolah dan mendirikan lembaga pendidikan Kulliyatul Mubalighin di Kauman Muhammadiyah.

Buku ini ditulis oleh putra kelima Buya Hamka yang bernama Irfan Hamka. Cetakan pertama tahun 2013 yang diterbitkan oleh Republika Penerbit. Sebelum dicetak oleh Republika Penerbit ternyata tulisan ini pernah diterbitkan secara terbatas oleh UHAMKA dengan judul Kisah-kisah Abadi Bersama Almarhum Ayahku, Hamka.

Buku ini mengisahkan kehidupan Buya Hamka langsung dari anak-anaknya. Dalam pengantarnya penulis, Irfan Hamka menyebutkan kisah ini dimulai sejak beliau berumur 5 tahun, saat agresi Belanda kedua tahun 1948 sampai wafatnya Buya Hamka tahun 1981.

Pada pengantar buku ini DR. Taufiq Ismail mengisahkan kalau ayahnya A. Gaffar Ismail, merupakan teman sekelas Buya Hamka di Sumatera Thawalib, Parabek Bukittinggi. Taufiq Ismael juga mengatakan bahwa Hamka menjadi orang Indonesia keempat yang mendapatkan gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Al Azhar, Mesir pada tahun 1961. Ketiga tokoh lainnya tersebut adalah Buya A. Karim Amarullah (ayah buya Hamka) dan Buya Abdullah Ahmad dari Padang pada tahun 1926, dan Etek Rahmah El Yunusiyah dari Diniyyah Putri Padang Panjang tahun 1957.

Dengan membaca buku ini kita bisa lebih mengenal Buya Hamka lebih dalam dari sisi keluarga beliau, yang tentunya bisa kita jadikan pelajaran dari kehidupan beliau.

0 comments:

Posting Komentar